Agar janda bolong dan tanaman hias lainnya tidak mati dan tetap indah dilihat

tanaman
penjualan tanaman hias di marketplace. (Tangkapan layar Google)

Hama merupakan hewan yang menjadi musuh alami tanaman, termasuk janda bolong dan tanaman hias lainnya. Jenis organisme tersebut antara lain belalang, kutu-kutuan, tungau, ulat, hingga bekicot.

Hal itu disampaikan Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Unpad Dr. Agus Susanto, M.Si.

Menurutnya, serangan hama akan mengganggu keindahan tanaman hias. “Selain mengganggu estetika, lebih parahnya bisa mematikan tanaman hias,” ujar Agus, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 3 November 2020.

Belalang dan ulat biasanya menyerang daun-daunan, sedangkan kutu akan menyerang pucuk bunga dan daun. Sementara bekicot akan menyerang pada bagian akar tanaman dan daun.

Agar terhindar dari serangan hama, bibit tanaman hias harus dalam keadaan sehat. Jangan membeli bibit tanaman hias dalam kondisi yang tidak sehat.

Baca juga: Unpad Serahkan Secara Simbolis 1.500 Buku untuk Masyarakat Jawa Barat
“Pastikan ketika membeli tanaman hias bibit atau benihnya sehat,” ujarnya.

Pemilik juga perlu memperhatikan sanitasi dari tanaman hias. Jika ada daun yang sudah mati, sebaiknya langsung dipotong dan dibuang.

Selain itu, kesehatan media tanam juga wajib diperhatikan. Contohnya sekam. Apabila media sudah mulai tumbuh rumput liar, pemilik wajib membersihkannya.

Baca juga:

Ahli hama tanaman ini menuturkan, bila tanaman sudah kadung terserang, ada berbagai macam cara untuk menanggulanginya. Yang paling sederhana adalah mengambil langsung hama yang tampak, seperti ulat, bekicot, dan belalang, serta langsung membunuhnya.

“Atau jika daun terserang kutu persik, misalnya, daunnya bisa dibersihkan atau disikat,” paparnya.

Cara lain adalah menggunakan insektisida atau racun serangga. Pemilik bisa menggunakan produk insektisida sistemik atau insektisida kontak.

Insektisida sistemik digunakan dengan cara menaburkan racun ke daerah akar tanaman. Nantinya racun akan disalurkan ke seluruh jaringan tanaman.

“Kalau untuk ulat, bisa gunakan insektisida kontak yang disemprotkan langsung ke tanamannya,” kata Agus.

Pemilik tanaman wajib memberikan pupuk secara seimbang kepada tanaman setelah hama dibersihkan. Proses ini dilakukan sebagai upaya pemulihan tanaman dari serangan hama. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here