Aa Gym diharapkan ikut sosialisasikan vaksin Covid

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Dok Humas Jabar)
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Dok Humas Jabar)

Sosialisasi vaksinasi massal Covid-19 perlu mendapat dukungan banyak pihak, termasuk ulama. Salah seorang ulama yang diharapkan turun tangan mensosialisasikan vaksin adalah pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar.

Aa Gym, demikian kyai tersebut biasa disapa, sudah ditemui Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Kedua tokoh ini membicarakan pentingnya peran tokoh masyarakat dan agama turut mensosialisasikan pentingnya pencegahan dan vaksin Covid.

“Tadi konsultasi dengan Aa Gym tentang perlunya tokoh agama dan masyarakat dilibatkan dalam sosialisasi. Bahkan nanti bisa menjadi model pada saat vaksin pertama kali sehingga ini memberikan keyakinan dan kepastian kepada masyarakat tentang vaksin itu sendiri,” kata Moeldoko, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat, 4 November 2020.

Baca juga:

Selain minta masukan dari tokoh agama seperti Aa Gym, Moeldoko juga berdiskusi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil soal perkembangan terkini vaksin, termasuk masalah penanganan Covid di Jabar.

“Telah diskusi dengan pak gubernur (Ridwan Kamil) di mana vaksin nanti datang. Beberapa catatan tadi saya dapatkan, lama pemberian vaskin kurang lebih 45 menit, setelah disuntik menunggu 30 menit, kondisi puskesmas yang masing-masing memiliki kapas berbeda, maka ini akan dikalkulasi ke depannya,” paparnya.

Sementara Gubernur Ridwan Kamil menambahkan bahwa pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan juga membahas terkait pentingnya komunikasi publik oleh tokoh masyarakat terkait vaksin.

Pria yang akrab disapa Kang Emil berharap agar para tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa memberikan edukasi atau meneruskan informasi terkait vaksinasi.

“Beliau (Moeldoko) pun tadi bertemu dengan Aa Gym, itu bisa menguatkan keyakinan kepada masyarakat jika tokoh utamanya mengikuti vaksinasi,” ujar Kang Emil.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas juga terkait pemulihan ekonomi hingga kesiapan dan kondusivitas pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan COVID-19 di Jabar. Kang Emil mengatakan, pembaruan data kasus yang lama kerap menimbulkan persepsi adanya lonjakan kasus dalam sehari.

Baca juga:

“Padahal kasus lama yang baru diumumkan, jadi bukan ledakan satu hari. (Masalah) itu masih mengemuka dan kami minta pemerintah pusat menyempurnakan,” kata Kang Emil.

Kang Emil juga melaporkan kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar jelang Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

Menurutnya, semua protokol kesehatan dan prosedur mengurangi antrean dan durasi datang di satu tempat sudah disiapkan. “Termasuk inovasi e-rekapitulasi, menghitung suara tanpa berlama-lama, akan diinovasikan oleh KPU Jabar,” ucap Kang Emil. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here