3 sebab harga daging sapi melambung tinggi

pengusaha sapi
Daging sapi (Instagram Aang Gunawan)

Harga daging sapi terus melonjak. Tak terkecuali di Kota Bandung. Meski demikian, Pemkot Bandung menjamin ketersediaan daging sapi aman.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar bilang, kenaikan harga daging sapi yang terus melonjak bukan karena berkurangnya ketersediaan hewan.

1. Faktor Australia

Kenaikan harga akibat adanya kenaikan harga daging sapi di salah satu negara pengekspor daging sapi ke Indonesia, yaitu Australia.

2. Tergantung pada sapi impor

Kebijakan pengadaan sapi di Indonesia masih tergantung kepada pengimpor dari negara lain. Sehingga ketika ada kenaikan di negara pengimpor, otomatis imbasnya akan sampai ke konsumen.

“Tidak hanya Kota Bandung, hampir sebagian besar di Indonesia sapinya impor. Jadi ketergantungan yang tinggi itu, belum ada kesiapan dari Indonesia untuk menghasilkan sapi yang di produksi di negara kita, itu kelemahan kita,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.

3 Faktor pandemi dan cuaca

Selain gara-gara kenaikan harga daging sapi di Australia, faktor pandemi Covid-19 dan cuaca juga turut memengaruhi melambungnya harga daging sapi.

“Karena pandemi karena banyak negara seperti China banyak memborong. Mereka membeli dengan harga yang cukup tinggi. cuaca juga mempengaruhi produksi,” jelas Gin Gin.

Baca juga:

Gin Gin mengatakan, untuk ketersediaan hewan dan daging sapi di Kota Bandung dipastikan aman sampai tiga bulan ke depan.

“Masyarakat selain mengonsumsi daging segar dari sapi hidup juga dari daging beku. Persediaan daging beku relatif bagus, bahkan Bulog yang punya stok sampai 1,9 ton dan bisa cukup untuk 2-3 bulan, dan di RPH pun sapi itu tersedia,” bebernya.

Menurut Gin Gin, harga jual daging sapi normalnya di kisaran Rp110.000-Rp120.000 per kilogram. Namun kini menembus Rp.30.000-Rp134.000 per klogram. Kenaikan bukan hanya di Kota Bandung, melainkan global.

Untuk mengantisipasi makin melambungnya harga daging sapi, Gin Gin mengaku terus berkoordinasi baik dengan Kementerian maupun dengan para pengusaha di Kota Bandung.

Selain itu, Gin Gin juga mengajak masyarakat untuk sementara beralih mengkonsumsi daging lain, seperti ikan dan ayam.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi bahkan mengalihkan konsumsi ke daging lain seperti ikan, dan ayam. Kita merekomendasikan itu sementara. Termasuk operasi pasar perlu kita siapkan,” terangnya.

Pemotongan di RPH menurun

Kenaikan harga daging sapi di pasaran berpengaruh pada kegiatan Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Kota Bandung, yakni di RPH Cirangrang dan RPH Arjuna.

Baca juga:

Dalam kondisi normal, di RPH milik Pemkot Bandung rata-rata menyembelih sebanyak 45 ekor sapi per harinya. Namun sejak terjadi kenaikan harga, kini berkurang menjadi 32 ekor sapi per hari.

Hal itu idungkapkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar kepada Humas Kota Bandung, Senin 25 Januari 2021.

“Untuk di Kota Bandung normalnya 45 ekor dan itu bisa memenuhi kebutuhan daging di Kota Bandung, kadang-kadang 50 ekor. Tapi sejak kenaikan sekarang jadi sekitar 32 ekor,” ungkap Gin Gin.

Menurutnya, berkurangnya pemotongan daging sapi bukan disebabkan karena kelangkaan hewan, tetapi dengan kondisi harga yang tinggi.

Para pengusaha khawatir akan berkurangnya pembeli sehingga daging segar yang sudah dipotong akan menumpuk dan tidak terjual.

“Sehingga sekarang pengusaha enggan untuk memotong lebih banyak. Khawatir tidak terjual dengan harga yang mahal. Tetapi untuk ketersediaan sapi masih tersedia,” bebernya.

Perlu diketahui, saat normal harga jual dagng sapi yakni Rp110.000-120.000 per Kg. Tetapi kini menjadi Rp130.000-134.000 per kg.

“Sudah di atas Rp120.000 dan tergantung jenis dan kualitas. Kita punya harga eceran tertinggi dari Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) yaitu Rp120.000. Sekarang sudah sangat melebihi,” ujarnya. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here