3 salat sunah istimewa berdasarkan Al-Quran dan Hadis

salat sunah istimewa
Masjid Agung Bandung. (Iman Herdiana/Simmanews)

Simmanews – Salat sunah dapat memberikan ketenangan batin bagi muslim yang rutin melaksanakannya. Menurut Ustaz Jamjam Erawan berdasarkan Al-Quran dan Hadis ada tiga salat sunah yang memiliki banyak keistimewaan, tanpa mengurangi kelebihan salat sunah lainnya.

“Salat sunah tersebut yaitu salat sunah rawatib, dhuha, dan tahajud,” kata Ustaz Jamjam dalam “Pengajian Rutin Tingkat Kecamatan Margahyu” di Masjid Besar KUA Jalan Sukamenak Gang Sukaluyu RT 06 RW 13 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, baru-baru ini.

1. Salat Tahajud

Keistimewaan salat malam ini terdapat dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (Surat Al-Isra ayat 79).

“Merasa gerah (batin) laksanakanlah salat tahajud, perbanyaklah berdoa. Tidak semua bisa salat ini. Berdoalah apa yang dipahami kita sendiri dengan bahasa sendiri,” terang Ustaz Jamjam.

Waktu pelaksanaan salat sunah ini, sepertiga malam terakhir atau selepas tengah malam. Salat sunah ini minimal dikerjakan dua rakaat.

2. Salat Duha

Waktu pelaksanaan duha yaitu setelah matahari terbit sampai tergelincir matahari. Jumlah minimal rakaat dari salat duha yaitu dua rakaat.

“Setiap sendi tubuh setiap orang di antara kamu harus disedekahi pada setiap harinya. Mengucapkan satu kali tasbih (Subhanallah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahmid (Alhamdulillah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahlil (La ilaha illallah) sama dengan satu sedekah, satu kali takbir (Allahu Akbar) sama dengan satu sedekah, satu kali menyuruh kebaikan sama dengan satu sedekah, dan satu kali mencegah kemungkaran sama dengan satu sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan melaksanakan dua rakaat salat duha.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

3. Salat Rawatib

Salat sunah rawatib merupakan salat sunah yang dilakukan mengiringi salat wajib (fardu) yang lima waktu. Adapun waktu pelaksanaannya sebelum (qobliyah) salat wajib dan sesudah (ba’diyah) salat wajib.

Waktu pelaksanaan salat sunah rawatib adalah:

1. Dua rakaat qobliyah Subuh

2. Dua rakaat qobliyah dan ba’diyah Zuhur

3. Dua – empat rakaat qobliyah Asar

4. Dua rakaat qobliyah dan ba’diyah Magrib

5. Dua rakaat qobliyah dan ba’diyah Isya

Salat sunah rawatib ini terbagi dua yaitu sunah muakkad (amalan sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan) dan ghairu muakkad (amalan sunah yang tidak terlalu dianjur).

Salat sunah rawatib yang termasuk sunah muakkad, yakni:

1. Dua rakaat qobliyah Subuh

2. Dua rakaat qobliyah dan ba’diyah Zuhur

3. Dua rakaat ba’diyah Magrib

4. Dua rakaat ba’diyah Isya

Sementara salat sunah rawatib yang termasuk sunah ghairu muakkad :

1. Dua rakaat tambahan qobliyah dan ba’diyah Zuhur

2. Empat rakaat qobliyah Asar

3. Dua rakaat qobliyah Magrib

4. Dua rakaat qobliyah Isya. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Salat sunah rawatib: niat, waktu pelaksanaan, dan hikmahnya

5 kunci kebahagiaan hidup dunia dan akhirat menurut Al-Quran dan Hadis

Masjid Perak Kotagede, masjid Mediterania-Jawa yang jadi basis perlawanan terhadap Belanda

10 malaikat wajib diimani manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here